Tips & Cara Budidaya Udang Vaname untuk Pemula (Step by Step)

cara budidaya udang vaname pemula

Budidaya Udang Vaname Untuk Pemula – Saat ini nama udang vaname sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Apalagi budidaya udang vaname juga didukung penuh oleh pemerintah sehingga membuat jumlah petani ikan semakin meningkat. Nah, bagi Anda yang saat ini sedang menyiapkan budidaya udang vaname, di artikel ini kami akan bagikan tips budidaya udang vaname.

Tidak perlu khawatir jika Anda baru belajar memulai budidaya ini karena dengan membaca banyak referensi dan panduan budidaya udang vaname, Anda dapat memulainya dengan yakin dan percaya diri. Ditambah satu hal lagi yang penting, carilah mentor atau pendamping yang bisa diajak diskusi dan mengajarkan budidaya ini dengan baik.

Baca Juga: Jual Benur Benih Udang Vaname Air Asin & Tawar

Baik, langsung saja kita mulai bahas satu per satu bagaimana cara ternak udang vaname hingga siap panen.

 

PERSIAPAN TAMBAK

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan tempat tinggal udang vaname atau tambak. Persiapan tambak bertujuan untuk mempercepat proses oksidasi yang dapat menetralkan keasaman tanah, membuang gas beracun pada tanah dan membasmi hama di dasar tanah yang akan menyebabkan penyakit pada udang.

Ada empat tahap dalam mempersiapkan tambak udang vaname:

  • Pengeringan Tambak

Tahap pertama adalah pengeringan tambak. Tahap ini akan memakan waktu kurang lebih 3 hari agar bakteri dan hama di dasar tanah benar-benar mati.

  • Pembajakan Tambak

Sama seperti bercocok tanam, tambak udang vaname juga perlu dibajak terlebih dahulu. Jika Anda melihat tambak sudah benar-benar kering, lakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 10 cm ke dalam tanah. Pembajakan tanah bertujuan untuk membuang sisa-sisa sampah atau sisa pakan yang menyebabkan bau busuk juga mengangkat sisa lumpur.

  • Mengembalikan pH Tanah

Udang vaname dapat hidup pada tingkat keasaman air antara 7,5 hingga 8,5 pH. Sedangkan tingkat keasaman tambak biasa berada di bawah 7 pH. Tingkat keasaman yang tidak akurat tentu akan mengancam hidup bibit udang. Jadi untuk mengetahui tingkat keasaman air secara pasti, Anda dapat menggunakan alat pH meter.

Setelah mendapatkan pH yang akurat, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menetralkan nilai pH dengan menaburkan dolomite atau kapur pertanian dan diamkan selama 2-3 hari.

Berikut ini dosis pengapuran tanah dikutip dari gdm.id:

  • pH <4, gunakan kapur sebanyak 500-1000kg/ha.
  • pH 5-6, gunakan kapur sebanyak 250-500 kg/ha.
  • pH 6, gunakan kapur sebanyak 100-250 kg/ha.

 

PERSIAPAN TAMBAK

Dari empat tahap persiapan tambak, menurut gdm.id masih ada tujuh langkah terakhir sebelum tambak dapat benar-benar dipakai.

  • Pembuangan lumpur sisa usaha budidaya sebelumnya dan pengeringan kolam.
  • Pemberian kapur pertanian (CaCO₃) 100-300 Kg/Ha, kapur tohor [Ca(OH)₂] 50-100 Kg/Ha dan Dolomit [CaMg(CO)₃] sebanyak 200-300 Kg/Ha.
  • Pemupukan organic dengan pupuk kandang dan penyemprotan GDM Black BOS dosis 5 Kg/Ha secara merata.
  • Pemupukan Urea 10 m- 20 Kg/Ha, SP 36 sebanyak 5-10 Kg/Ha.
  • Pemberian saponin 10-12 ppm dan diamkan 2-3 hari untuk memberantas hama penyakit yang ada di kolam
  • Pengisian air secara bertahap dan aplikasi Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Tambak 6 liter/Ha.
  • Penumbuhan plankton sebagai pakan alami benur/udang dengan aplikasi rutin Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Tambak 6 liter/Ha seminggu sekali.

 

PEMILIHAN BENUR DAN CARA TEBAR

Tips kedua dalam budidaya udang vaname adalah saat Anda membeli bibit udang yang berkualitas. Bagaimana cara mengetahui bibit udang vaname yang berkualitas?

  • Cari bibit udang dengan ukuran seragam.
  • Bibit udang yang sehat mempunyai warna bening atau kecoklatan dan tidak pucat.
  • Tubuh ramping memanjang
  • Pergerakannya aktif

Baca Juga : Jual Bibit Udang Vaname Murah di Surabaya | 0853-3532-5033

Setelah Anda mendapatkan bibit udang vaname yang berkualitas, jangan langsung ditebar pada kolam karena bibit udang harus beradaptasi dulu dengan suhu air dan alkalinitas air sehingga bibit tidak stres dan dapat bertahan hidup. Padat tebar yang disarankan adalah 100-125 ekor/m2.


MANAJEMEN PAKAN

Pelet adalah makanan utama udang vaname. Dosis pemberian pelet dapat disesuaikan dengan usia pertumbuhan udang. Di awal masa pemeliharaan, frekuensi pemberian pakan adalah 2-3 kali sehari. Seiring pertumbuhannya, udang vaname dapat diberi makan 5 hingga 6 kali sehari dengan jumlah 50% dari bobot udang pada awal pertumbuhan kemudian menurun sampai 3% saat menjelang panen.

Selain pelet, berikan juga probiotik untuk udang vaname sebanyak 6 liter/hektar seminggu sekali melalui air kolam dan melalui pakan dengan dosis 10 ml/Kg pakan setiap hari.

 

KUALITAS AIR

Kualitas air meliputi beberapa poin yaitu suhu, salinitas, pH air, kandungan oksigen terlarut, kadar ammonia dan kecerahan. Volume atau ketinggian air tambak juga harus diperhatikan. Tambah air hanya jika terjadi penguapan atau kebocoran.

Suhu air yang tepat untuk budidaya udang berkisar antara 28-30 derajat Celcius. Kadar garam atau salinitas yang diperlukan untuk pertumbuhan udang umur 1-2 bulan berkisar 15-25 ppt.  Ketika udang memasuki umur 2 bulan, kadar garam yang dibutuhkan dalam air 5-30 ppt.

Kandungan oksigen terlarut berkisar 4-6 ppm. Upaya untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut adalah menggunakan kincir air sebanyak 4-6 kincir setiap 0,25 hektar. Ammonia dapat berasal dari sekresi udang maupun sisa bahan organik di air.  Ammonia ini selanjutnya akan dioksidasi dalam proses nitrifikasi.

Nitrit sangat berbahaya bagi udang karena mempengaruhi transport oksigen dalam darah dan menyebabkan kerusakan jaringan. Bahkan kadar nitrit sebanyak 6,4 ppm dapat menghambat pertumbuhan udang hingga 50%. Kecerahan air tambak yang disarankan berkisar antara 25-45 cm secchi disc.

 

MASA PANEN

Udang vaname termasuk jenis udang yang paling cepat dipanen. Udang ini siap panen ketika usianya 100 hari atau jika ditimbang bobotnya sudah mencapai 16-20 gram/ekor. Petani biasanya memanen udang vaname pada malam hari untuk menjaga mutu dan kualitas udang.

Lakukan hal berikut ini ketika Anda memanen udang vaname:

  • Cuci dan bersihkan udang dari lumpur dan kotoran sesegera mungkin.
  • Sortir lalu pisahkan udang berdasarkan ukuran dan mutunya.
  • Timbang udang vaname.
  • Masukkan udang dalam box container bersama es secara berlapis atau campur.

Itulah beberapa tips dan cara budidaya udang vaname untuk pemula. Semoga dengan informasi di atas, Anda akhirnya membulatkan tekad untuk memulai bisnis budidaya udang vaname. Jangan lupa hubungi kami di sini untuk mendapatkan informasi dan update harga bibit udang vaname dan berbagai jenis ikan lainnya.

Cari bibit udang vaname terbaik? Chat WhatsApp di 0853-3532-5033

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Tanya langsung di WhatsApp