Panduan & Cara Mudah Budidaya Ikan Gurame (Pemula)

panduan budidaya ikan gurame

Panduan Budidaya Ikan Gurame – Siapa sih yang tak tergiur dengan sajian ikan gurame asam manis? Atau ikan gurame terbang yang digoreng garing dan dinikmati dengan cocolan sambal  khas Indonesia? Karena cita rasanya yang gurih nikmat itulah menjadikan ikan gurame salah satu jenis ikan favorit di berbagai kalangan masyarakat.

Maka tidak heran jika permintaan akan ketersediaan ikan gurame juga semakin tinggi. Hal ini berarti kesempatan untuk menjadi petani budidaya ikan gurame pun semakin lebar. Apakah Anda salah satunya yang tertarik memulai budidaya ikan gurame? Jika iya, baca artikel ini sampai selesai ya!

Kami akan berbagi tips budidaya ikan gurame beserta panduannya bagi Anda yang baru saja terjun menjadi petani budidaya ikan gurame.

Baca Juga Jual Bibit Ikan Gurame di Surabaya, Jakarta, Bekasi, Lamongan

 

Apa saja yang harus dilakukan oleh petani budidaya ikan gurame pemula sebelum memulai bisnis budidayanya?

KETAHUI Varietas Ikan Gurame

Di artikel sebelumnya, kami menyampaikan bahwa ikan gurame memiliki banyak varietas yang tersebar di masing-masing wilayah Indonesia. Namun dari sekian banyak jenis, umumnya 3 jenis berikut ini yang umumnya paling populer di pasaran.

  • Gurame angsa atau Gurame soang

Gurame ini banyak dibudidayakan di Ciamis. Nama angsa ini diambil karena ketika gurame jantan semakin dewasa, maka akan terlihat tonjolan yang semakin jelas di bagian dahinya dan terlihat bagai kepala angsa.

Gurame angsa memiliki keunggulan lebih cepat panen dibanding dengan jenis gurame lainnya. Kebanyakan petani budidaya sudah dapat panen gurame soang ketika gurame berusia 9 bulan. Panjang tubuh gurame soang dapat mencapai 65 cm dengan bobot 8 kg.

  • Gurame jepang

Spesies gurame satu ini dapat Anda temukan di daerah Jawa Tengah. Gurame jepang dapat mencapai tinggi tubuh 45 cm dan berat 4 kg/ekornya. Ciri yang mencolok dari gurame jepang adalah warna hitam yang lebih pekat pada tubuhnya.

  • Gurame porselen

Jenis gurame terakhir yang paling banyak diminati adalah gurame porselen. Keunggulan gurame porselen adalah lebih banyak menghasilkan telur. Jika jenis gurame lainnya hanya dapat menghasilkan telur antara 2000-4000 telur, gurame porselen mampu menghasilkan telur hampir 10.000 telur dalam satu kali proses bertelur.

 

TAHAP Pembibitan

Jika Anda ingin memulai budidaya ikan gurame ini dengan membeli indukan, maka Anda harus mencari indukan yang sudah siap dipijahkan. Ikan gurame yang siap dipijahkan adalah yang sudah berusia 3-7 tahun. Ketahui mana gurame jantan dan betina dengan melihat ciri-ciri berikut ini:

Induk betina ikan gurame:

  • Tidak terdapat tonjolan di dahi.
  • Warna tubuh lebih terang.
  • Dasar sirip dada berwarna gelap atau kehitaman.
  • Perut membulat.
  • Badan relatif Panjang.

Induk jantan ikan gurame:

  • Tonjolan di dahi terlihat lebih jelas.
  • Warna badan lebih gelap dan agak pucat.
  • Gerakan lebih lincah.
  • Perut dekat anus.

Ciri-ciri induk yang siap dipijahkan:

  • Perut membesar ke arah belakang.
  • Anus nampak putih kemerahan.
  • Perut terasa lebih lembek jika diraba.

Setelah menemukan indukan yang siap untuk pemijahan, siapkan kolam pemijahan yang sebelumnya telah dikeringkan dan dibersihkan dari hama penyakit. Dilanjutkan dengan pengisian air dan pemasangan sosog atau bahan sarang. Masukkan induk gurame yang sudah lolos seleksi dengan perbandingan jantan dan betina 1:3.

Induk jantan akan menyiapkan sarang dari bahan sosog selama 15 hari. Ketika indukan sudah melakukan pemijahan dan bertelur.

 

TAHAP Penanganan Telur

Berikutnya adalah penanganan telur yang sudah siap ditetaskan. Telur akan menetas pada usia 2-3 hari setelah pemijahan. Ikuti langkah-langkah berikut sebelum telur dipindahkan ke kolam pendederan.

  • Ambil sarang dan tempatkan di ember.
  • Pisahkan telur dari sarang menggunakan scoop net lalu tempatkan di ember berbeda.
  • Cuci telur dengan air bersih dan tambahan Suplemen Cair Organik spesialis Kolam Tambak dan Keramba untuk mencegah serangan hama penyakit.
  • Masukkan telur yang telah dicuci ke dalam bak penetasan yang telah dipasangi seresi dan hitter.

Usahakan suhu di kolam penetasan tetap stabil antara 27-28 derajat Celcius. Biarkan bibit ikan berada di kolam penetasan selama 10 hari. Kemudian pindahkan bibit ke kolam pendederan saat masuk hari ke 11.

 

Cari Bibit Ikan Gurame? Chat kami di 0853-3532-5033

 

PERSIAPAN Kolam Pendederan

Persiapan semua kolam budidaya ikan gurame mulai dari kolam pemijahan hingga pemeliharaan ada baiknya dilakukan sejak awal. Untuk kolam pendederan, Anda perlu membuatkan bak berukuran 2,5 m x 4,5 m. Bak ukuran ini memiliki daya tampung hingga 2000 ekor bibit ikan. Isi bak pendederan dengan Daphnia yang berfungsi sebagai pakan alami ikan gurame.

Benih ikan gurame akan ditempatkan selama 14 hari di kolam pendederan ini sebelum dipindahkan ke kolam pemeliharaan. Pindahkan benih di waktu pagi sekitar pukul 07.00-09.00 untuk menghindari kemungkinan stres pada ikan.

 

PERSIAPAN Kolam Ikan Gurame

Adapun syarat umum dalam persiapan kolam utama adalah mempunyai suhu air berkisar 25-29 derajat Celcius pada ketinggian 200-500 mdpl , memiliki tingkat keasaman sekitar 6,5 hingga 7,8 pH dengan kandungan oksigen terlarut minimal 2 mg/L.

Kolam utama juga tak lepas dari perawatan yang harus dilakukan seperti menebar eceng gondok untuk mengurangi suhu matahari. Anda juga disarankan untuk menanam pohon di sekitar kolam agar sebagian cahaya matahari tidak langsung mengenai kolam.

Bersihkan kolam dengan teknik penyiponan yaitu membersihkan kolam dengan cara menyedot dan membuang kotoran atau sisa pakan ikan gurame. Teknik ini biasanya menjadi kunci dalam budidaya ikan gurame dengan kolam terpal. Hal terakhir yang harus diperhatikan pada perawatan kolam adalah menjaga kadar keasaman air tetap stabil.

Apabila menemukan tingkat keasaman yang tidak normal, maka Anda harus menetralkan kembali dengan menaburkan kapur dolomite.

 

PAKAN Ikan Gurame

Larva ikan gurame menyukai cacing sutera, rotifer, dan infusaria. Sedangkan benih yang berumur beberapa hari menyukai pakan berupa larva insekta, krustacea dan zooplankton. Ikan gurame dewasa akan memakan dedaunan seperti daun talas, daun singkong dan kangkung. Selain dedaunan, Anda juga dapat memberi pakan dedak, ampas tahu dan bungkil kedelai. Untuk pakan ikan gurame alternatif dapat ditambahkan rayap untuk gurame muda dan induk.

 

MASA PANEN Ikan Gurame

Usia gurame yang siap panen adalah usia 2 hingga 3 tahun. Gurame berusia 2 tahun memiliki bobot rata-rata 0.3kg/ekor dengan panjang tubuh sekitar 25 cm. Sedangkan gurame berusia 3 tahun memiliki bobot rata-rata 0.7 kg/ekor dan  panjang tubuh 35 cm. Namun usia panen ikan gurame biasanya tergantung pada permintaan konsumen. Bisa saja ikan gurame dipanen di usia 10 bulan dengan bobot 800 gram/ekor.

Itulah panduan singkat budidaya ikan gurame dari kami. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat bagi Anda dan selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Tanya langsung di WhatsApp